Tjokorda Raka Sukawati
| Lahir | 1931 Ubud, Bali |
| Wafat | 2014 |
| Afiliasi | Hutama Karya, Universitas Gadjah Mada |
| Pendidikan |
|
| Bidang | teknik sipil, inovasi konstruksi |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Teknik Sosrobahu (Landasan Putar Bebas Hambatan); efisiensi pembangunan infrastruktur di lahan sempit; aplikasi hukum Pascal untuk solusi teknik raksasa; inovasi 'wangsit' yang teruji secara ilmiah.
Dr. Ir. Tjokorda Raka Sukawati adalah begawan teknik sipil asal Bali yang namanya mendunia berkat penemuan teknik Sosrobahu (Landasan Putar Bebas Hambatan). Penemuan ini merupakan salah satu sumbangan terbesar Indonesia dalam dunia konstruksi sipil global. Tjokorda berhasil memecahkan kebuntuan pembangunan jalan layang di kota metropolitan yang padat seperti Jakarta, di mana pembangunan infrastruktur seringkali melumpuhkan arus lalu lintas di bawahnya.
Titik balik intelektualnya terjadi pada tahun 1988 saat ia mengerjakan proyek jalan tol Cawang-Tanjung Priok. Ia menemukan cara untuk membangun lengan beton raksasa di atas jalan yang sudah ada tanpa harus menutup jalan tersebut. Caranya adalah dengan membangun lengan beton sejajar dengan jalan di bawahnya, kemudian memutarnya 90 derajat setelah beton kering. Rahasianya terletak pada penggunaan tekanan minyak yang sangat tinggi di atas lubang fondasi untuk mengangkat lengan beton seberat ratusan ton tersebut, sehingga dapat diputar dengan tenaga yang sangat minim—layaknya memutar gasing di atas permukaan licin.
Yang menarik dari proses kreatif Tjokorda adalah pengakuannya bahwa ia mendapatkan angka tekanan kunci—78 kg/cm²—melalui semacam intuisi atau “wangsit” saat bermeditasi, yang belakangan setelah diuji secara ketat di laboratorium Universitas Gadjah Mada, terbukti secara ilmiah sebagai angka yang paling akurat. Hal ini menunjukkan profil intelektualnya yang unik: seorang insinyur modern yang tetap terhubung dengan akar spiritualitasnya. Teknik Sosrobahu kini telah dipatenkan dan digunakan di berbagai negara seperti Filipina, Malaysia, Thailand, hingga Amerika Serikat.
Wafat pada usia 83 tahun, Tjokorda Raka Sukawati meninggalkan warisan berupa kebanggaan nasional akan kemandirian teknologi. Ia mengajarkan bahwa seorang ilmuwan tidak boleh menyerah pada keterbatasan fisik di lapangan. Melalui teknik Sosrobahu, ia tidak hanya membangun jalan, tetapi juga membangun reputasi Indonesia sebagai bangsa yang mampu melahirkan inovasi radikal untuk masalah-masalah perkotaan modern. Nama “Sosrobahu” yang diberikan oleh Presiden Soeharto kini menjadi simbol dari kejeniusan rekayasa Indonesia yang diakui dunia.
Karya Utama
- Temuan Teknik Sosrobahu (1988) Inovasi Teknik
- Pemutaran Bahu Lengan Beton Jalan Layang () Metodologi Konstruksi
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim