Toeti Heraty

Bandung, Jawa Barat · 1933 – 2021
Toeti Heraty
Lahir 1933
Bandung, Jawa Barat
Wafat 2021
Afiliasi Universitas Indonesia, Jurnal Perempuan, Institut Kesenian Jakarta (IKJ)
Pendidikan
  • Universitas Indonesia (Psikologi, 1962)
  • Rijksuniversiteit Leiden, Belanda (Sarjana Filsafat, 1974)
  • Universitas Indonesia (Doktor Filsafat, 1979)
Bidang filsafat, feminisme, psikologi, sastra

Pokok Pikiran & Kontribusi

Feminisme sebagai kesadaran subjek perempuan; kritik terhadap patriarki melalui simbol budaya (Calon Arang); 'Aku dalam Budaya' sebagai proses pembentukan identitas; pemberdayaan perempuan melalui literatur dan aktivisme.

Prof. Dr. Toeti Heraty Noerhadi Roosseno adalah tokoh sentral dalam sejarah intelektual perempuan di Indonesia. Sebagai filsuf perempuan pertama di Indonesia yang meraih gelar doktor, ia memecah dominasi maskulin dalam diskursus filsafat nasional. Toeti bukan hanya seorang akademisi yang mendalam, tetapi juga seorang penyair dan aktivis yang menempatkan pengalaman nyata perempuan sebagai pusat dari seluruh pencarian intelektualnya.

Gagasan fundamental Toeti Heraty tertuang dalam disertasinya, Aku dalam Budaya. Ia mengeksplorasi posisi subjek manusia di tengah struktur kebudayaan yang seringkali mengungkung. Sebagai seorang feminis, ia melakukan kritik tajam terhadap bagaimana kebudayaan patriarki telah menempatkan perempuan hanya sebagai objek atau instrumen, bukan sebagai subjek yang berdaulat. Melalui karya prosa liriknya, Calon Arang, ia melakukan “rehabiltasi” terhadap tokoh mitologi yang selama ini dicap jahat, dengan membacanya kembali sebagai korban penindasan sistem patriarki yang maskulin.

Keunikan Toeti terletak pada kemampuannya menggabungkan ketajaman rasionalitas filsafat dengan sensitivitas psikologi dan keindahan puisi. Baginya, berfilsafat bukan sekadar permainan logika, melainkan upaya untuk memahami “tubuh” dan “jiwa” perempuan yang selama ini terpinggirkan dari sejarah pemikiran besar. Ia adalah salah satu pendiri Jurnal Perempuan, sebuah lembaga yang berperan krusial dalam menyebarkan pemikiran feminis di Indonesia dan memperjuangkan hak-hak perempuan di ranah publik.

Selama masa hidupnya, Toeti Heraty juga berperan sebagai pelindung bagi para seniman dan intelektual muda. Rumahnya di Menteng menjadi pusat bagi diskusi-diskusi progresif yang menantang kemapanan Orde Baru. Warisannya bukan hanya berupa tumpukan buku dan sajak, melainkan sebuah keberanian intelektual bagi perempuan Indonesia untuk bangga dengan identitas dirinya dan berani bersuara di ruang publik. Ia telah meletakkan fondasi bagi “Filsafat Perempuan” di Indonesia, yang memadukan keunggulan batin dengan ketangguhan nalar.

Karya Utama

  • Aku dalam Budaya (1982) Buku (Disertasi)
  • Calon Arang: Kisah Perempuan Korban Patriarki (2000) Prosa Lirik
  • Sajak-sajak 33 (1973) Puisi
  • Mimpi dan Pretensi (1982) Puisi

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 6 Maret 2026