Umar Anggara Jenie

Surakarta, Jawa Tengah · 1950 – 2017
Umar Anggara Jenie
Lahir 1950
Surakarta, Jawa Tengah
Wafat 2017
Afiliasi Universitas Gadjah Mada, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Pendidikan
  • Universitas Gadjah Mada (S1 Farmasi, 1975)
  • University of New South Wales, Australia (S2, 1982)
  • Australian National University, Australia (Ph.D., 1988)
Bidang Kimia Organik, Kimia Medisinal, Bioetika

Pokok Pikiran & Kontribusi

Kemandirian riset obat dan farmasi nasional melalui sintesis "Molekul Nasional" (Molnas); penguatan infrastruktur dan budaya sains-teknologi (Iptek) di Indonesia; penegakan bioetika dalam riset medis dan biologi.

Prof. Dr. Umar Anggara Jenie, Apt., M.Sc., Ph.D. adalah salah satu pemikir utama di bidang sains dan teknologi Indonesia yang menjabat sebagai Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada periode 2002–2010. Sebagai Guru Besar Kimia Medisinal di Universitas Gadjah Mada, ia tak hanya brilian di laboratorium, tetapi juga memiliki visi besar tentang bagaimana ilmu pengetahuan—terutama di bidang ilmu hayat dan kimia—harus diarahkan demi kemandirian dan martabat bangsa.

Salah satu tonggak terpenting dalam pemikiran dan perjuangan Umar Anggara Jenie adalah usahanya yang tak kenal lelah dalam merealisasikan “Molekul Nasional” (Molnas). Ia memimpikan kemandirian farmasi Indonesia, di mana riset dasar dalam mensintesis senyawa-senyawa obat harus dipatenkan dan diproduksi secara mandiri, sehingga Indonesia tidak terus-menerus bergantung pada bahan baku impor yang mahal. Melalui kampanye paten dan penguatan riset dasar kimia organik, ia membuktikan bahwa akademisi Indonesia mampu berinovasi di garis depan penemuan molekul farmakologis tingkat dunia.

Di samping keahlian teknisnya, Umar Anggara Jenie adalah pionir dalam kajian bioetika nasional. Menyadari bahwa perkembangan bioteknologi dan medisinal bergerak sangat cepat, ia turut merumuskan pagar-pagar etis agar riset keilmuan tetap berjalan dalam koridor kemanusiaan, moral, dan etika beragama (sebagaimana tecermin dalam kiprahnya di Komisi Bioetika Nasional dan Majelis Diktilitbang Muhammadiyah). Atas dedikasinya membina ekosistem ilmu pengetahuan nasional yang bermoral dan berdaulat, pemerintah menganugerahinya Bintang Jasa Utama pada tahun 2007.

Karya Utama

  • Publikasi Ilmiah Sintesis Senyawa Kimia Medisinal dan Bioetika (2000) Jurnal Akademik

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 24 Mei 2026