| Lahir | 1945 Yogyakarta |
| Afiliasi | Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta |
| Pendidikan |
|
| Bidang | seni, filsafat, budaya |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Merumuskan kerangka teoretis Estetika Jawa yang mengintegrasikan aspek visual dengan nilai etis (ethos) dan kosmologi 'Memayu Hayuning Bawana'.
Drs. Witono Mardikoesoemo, M.Sn. adalah seorang intelektual seni dan akademisi yang memiliki kontribusi penting dalam meletakkan dasar teoretis bagi kajian Estetika Jawa di Indonesia. Sebagai pengajar senior di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, ia berhasil menjembatani praktik kesenian tradisional dengan metodologi penelitian seni modern. Fokus intelektualnya adalah menggali nilai-nilai filosofis yang tersembunyi di balik wujud visual kesenian Nusantara, menjadikannya salah satu rujukan utama dalam memahami bagaimana seni bukan sekadar urusan keindahan fisik, melainkan sistem nilai yang hidup.
Pemikiran utama Witono berpusat pada relasi yang tak terpisahkan antara estetika dan etika dalam budaya Jawa. Ia berargumen bahwa dalam pandangan dunia Jawa, sesuatu dianggap indah (endah) hanya jika ia juga mengandung kebaikan dan keselarasan (harmoni). Melalui karyanya, Estetika Jawa, ia membedah konsep “Memayu Hayuning Bawana”—sebuah prinsip kosmologis untuk mempercantik dunia—sebagai landasan kreativitas seniman Nusantara. Baginya, ornamen pada rumah tradisional, batik, maupun keris bukan sekadar hiasan, melainkan representasi dari hubungan manusia dengan alam semesta (makrokosmos) dan Sang Pencipta.
Kontribusi intelektual Witono juga mencakup reaktualisasi nilai-nilai tradisi dalam karya seni kontemporer. Ia mendorong para seniman muda untuk tidak sekadar meniru bentuk fisik masa lalu, melainkan menangkap “ruh” filosofisnya agar mampu menciptakan karya yang memiliki kedalaman identitas di tengah arus globalisasi. Melalui berbagai artikel ilmiah dan bimbingan akademik, ia secara konsisten menyuarakan pentingnya pendidikan seni yang berbasis pada riset kebudayaan. Warisan pemikirannya memberikan kerangka kerja bagi pengembangan diskursus seni rupa Indonesia yang berakar kuat pada kearifan lokal namun tetap memiliki relevansi universal.
Karya Utama
- Estetika Jawa: Tinjauan Filosofis dan Sosiologis (2005) Buku
- Relasi Bentuk dan Makna dalam Seni Tradisi (2010) Artikel
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim