Yanuar Nugroho
| Lahir | 1972 Surakarta, Jawa Tengah |
| Afiliasi | ISEAS-Yusof Ishak Institute, STF Driyarkara, Kantor Staf Presiden (KSP) |
| Pendidikan |
|
| Bidang | teknologi, politik, sosiologi |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Mengadvokasi kebijakan publik berbasis bukti (evidence-based policy) serta menganalisis peran teknologi internet sebagai instrumen penguatan masyarakat sipil dan demokrasi digital di Indonesia.
Yanuar Nugroho, Ph.D. adalah seorang akademisi, aktivis, dan praktisi kebijakan publik yang memiliki peran signifikan dalam mendorong rasionalitas dan penggunaan data dalam tata kelola pemerintahan Indonesia modern. Sebagai intelektual yang lama berkarier sebagai pengajar dan peneliti di University of Manchester, Inggris, ia membawa standar kualitas riset global untuk membedah persoalan domestik. Kiprahnya sebagai Deputi II Kepala Staf Kepresidenan (2015–2019) menjadikannya salah satu arsitek utama di balik inisiatif reformasi birokrasi dan keterbukaan informasi publik di Indonesia.
Pemikiran utama Yanuar berakar pada hubungan antara inovasi teknologi dan perubahan sosial. Dalam riset doktoralnya, ia mengeksplorasi bagaimana internet bukan sekadar perangkat teknis, melainkan medium yang mampu membentuk ulang (reshaping) aktivisme masyarakat sipil. Ia meyakini bahwa teknologi harus menjadi enabler bagi demokrasi, yang memungkinkan partisipasi publik lebih luas dalam pengawasan kekuasaan. Sebagai praktisi, ia secara konsisten menyuarakan pentingnya “Kebijakan Berbasis Bukti” (Evidence-Based Policy), di mana setiap keputusan negara harus didasarkan pada riset yang valid dan data yang terintegrasi (seperti program Satu Data Indonesia), bukan berdasarkan intuisi politik semata.
Kontribusi intelektual Yanuar juga meluas pada isu pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan ekosistem inovasi nasional. Melalui lembaga riset CIPG yang ia dirikan, ia melakukan pemetaan mendalam terhadap hambatan-hambatan riset di Indonesia dan mengadvokasi pentingnya kebebasan akademik serta perlindungan media. Baginya, nalar penyelenggaraan negara haruslah berlandaskan pada etika publik dan orientasi pada kemaslahatan warga. Warisan pemikirannya menawarkan peta jalan bagi transformasi Indonesia menuju negara maju yang berbasis pada pengetahuan dan demokrasi digital yang sehat, menjadikannya salah satu pemikir kebijakan paling relevan di era kontemporer.
Karya Utama
- Adopting Technology, Transforming Society: The Internet and the Reshaping of Civil Society (2007) Buku
- Menanti Tanggung Jawab Sosial Sektor Finansial di Indonesia (2004) Buku
- Mapping the Ecosystem of Research and Innovation in Indonesia (2018) Artikel
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim